Inter Miami Tundukkan Porto 2-1 di Piala Dunia Antarklub 2025

Inter Miami Tundukkan Porto 2-1 di Piala Dunia Antarklub 2025

Inter Miami Tundukkan Porto 2-1 di Piala Dunia Antarklub 2025 – Atlanta, Amerika Serikat – Inter Miami mencetak sejarah baru dalam dunia sepak bola dengan menumbangkan raksasa Portugal, FC Porto, dalam laga lanjutan Grup A Piala Dunia Antarklub 2025. Bertanding di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Jumat dini hari waktu Indonesia, skuad asuhan Javier Mascherano sukses membalikkan keadaan dan menang dengan skor 2-1. Lionel Messi menjadi pahlawan kemenangan Mahjong Ways 2 lewat gol indah dari tendangan bebas yang mengunci tiga poin penting bagi wakil Major League Soccer (MLS) tersebut.

Babak Pertama: Porto Unggul Lebih Dulu

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Porto tampil agresif sejak menit awal dan langsung menekan lini belakang Inter Miami. Tekanan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-8 ketika wasit menunjuk titik putih setelah tinjauan VAR menunjukkan pelanggaran Noah Allen terhadap Joao Mario di kotak penalti. Samu Aghehowa yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan Oscar Ustari meski sang kiper sempat menyentuh bola.

Setelah tertinggal, Inter Miami mencoba bangkit. Messi menjadi motor serangan dengan umpan-umpan terobosan akuratnya. Pada menit ke-19, ia mengirim bola matang kepada Luis Suarez, namun tembakan sang striker berhasil digagalkan oleh kiper Porto, Claudio Ramos. Peluang demi peluang tercipta, termasuk dari Benjamin Cremaschi, namun Ramos tampil gemilang di bawah mistar.

Porto hampir menggandakan keunggulan menjelang turun minum. Rodrigo Mora dan Alan Varela nyaris mencetak gol, namun penyelamatan heroik olympus slot dari Maximiliano Falcon dan tiang gawang menyelamatkan Inter Miami dari kebobolan kedua.

Babak Kedua: Kebangkitan Sang Herons

Memasuki babak kedua, Inter Miami tampil lebih percaya diri. Hanya dua menit slot bet 100 setelah restart, Telasco Segovia menyamakan kedudukan lewat tembakan keras dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan silang dari Marcelo Weigandt. Bola meluncur deras ke pojok atas gawang tanpa mampu dihalau Ramos.

Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Inter Miami terus menekan dan akhirnya mendapatkan tendangan bebas di luar kotak penalti pada menit ke-54. Lionel Messi, yang sebelumnya gagal mengeksekusi peluang serupa, kali ini tampil sempurna. Tendangan bebas khasnya melengkung indah ke sudut kanan atas gawang, membuat Ramos hanya terpaku melihat bola bersarang di jala. Gol ini menjadi gol ke-50 Messi bersama Inter Miami dalam 61 penampilan.

Pertahanan Solid dan Mental Baja

Setelah unggul, Inter Miami tidak mengendurkan intensitas. Porto mencoba membalas, namun lini belakang The Herons tampil disiplin. Oscar Ustari melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang dari Aghehowa dan Mora. Jordi Alba yang kembali dari cedera juga memberikan kontribusi signifikan di sisi kiri pertahanan.

Mascherano terlihat puas dengan semangat juang anak asuhnya. Para pemain Inter Miami menunjukkan determinasi tinggi, menutup ruang, dan memblokir setiap upaya Porto hingga peluit akhir dibunyikan. Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama klub MLS atas tim Eropa dalam ajang resmi FIFA.

Statistik Pertandingan

  • Skor akhir: Inter Miami 2 – 1 FC Porto
  • Penguasaan bola: 50% – 50%
  • Tembakan ke gawang: Miami 5 – 3 Porto
  • Peluang tercipta: Porto 14 – Miami 6
  • Pencetak gol: Samu Aghehowa (8’), Telasco Segovia (47’), Lionel Messi (54’)

Dampak Kemenangan dan Posisi Klasemen

Dengan hasil ini, Inter Miami mengoleksi empat poin dari dua pertandingan, menyamai perolehan Palmeiras yang juga menang atas Al Ahly. Porto dan Al Ahly masing-masing baru mengumpulkan satu poin. Inter Miami hanya membutuhkan hasil imbang melawan Palmeiras di laga terakhir untuk memastikan tiket ke babak 16 besar.

Kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa tim-tim dari Amerika Utara dan Selatan mampu bersaing dengan klub-klub Eropa yang selama ini mendominasi kompetisi antarklub dunia.

Messi: Pemimpin dan Inspirasi

Lionel Messi kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Di usia 37 tahun, ia masih menjadi pembeda di laga besar. Selain mencetak gol kemenangan, Messi juga menciptakan peluang, mengatur tempo permainan, dan menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya.

Dalam wawancara usai pertandingan, Messi menyatakan, “Kami kecewa dengan hasil imbang di laga pertama. Hari ini kami bermain lebih baik dan menunjukkan karakter. Gol tendangan bebas itu saya arahkan ke sudut karena melihat kiper tidak menutup ruang. Kami akan terus berjuang di turnamen ini”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *